Masyarakat Modern Dan Cirinya

Modernisasi merupakan sebuah kata yang merujuk pada sebuah fenomena yang telah lama ada. Fenomena yang berlapis-lapis itu semuanya telah mencakup sebuah proses perubahan sosial yang sifatnya revolusioner, sistematik, global, bertahap seperti yang ada di Indonesia. Munculnya modernisasi yang telah mulai di tahun 1950an ini kemudian melahirkan masyarakat modern. Di mana di dalamnya memiliki struktur sosial yang merupakan tempat relasi antar manusia yang telah diatur sedemikian rupa. Di dalam masyarakat modern ini yang ditekankan adalah sikap serta nilai individu dan kemampuan produktivitas dari sumber daya manusianya. Maka dari itu, terjadinya keterbelakangan dianggap sebagai pengaruh yang sumbernya dari faktor intern sebuah negara utamanya di bidang pendidikan.

Hasil Evolusi Dari Masyarakat Tradisional Memunculkan Masyarakat Modern

Munculnya masyarakat modern di tengah-tengah kehidupan bernegara berasal dari hasil evolusi dari masyarakat tradisional yang telah eksis lebih dahulu. Masyarakat tradisional itu kemudian mengalami apa yang namanya proses perubahan di segala bidang. Seperti misalnya budaya, politik, ekonomi, sosial, gaya hidup. Di mana di alam modernisasi semuanya menjadi lebih kompleks serta secara teknologi menjadi lebih maju dan senantiasa cepat untuk berubah.

Di dalam masyarakat modern ini menjadi sebuah tatanan sosial yang penekanannya lebih rasional, universal, dan juga dari sisi pendidikan selalu disesuaikan dengan kebutuhan zaman. Individunya tentunya mengalami proses perubahan yang lebih maju dan didukung majunya ilmu pengetahuan serta teknologi yang memadai. Di mana sebelumnya belum pernah tercapai pada ilmu pengetahuan manusia. Seperti di bidang ekonomi misalnya, berbagai model pertumbuhannya telah ditandai dengan meningkatnya konsumsi dan standar hidup dan terjadinya revolusi teknologi menjadi modal yang cukup.

Ciri-ciri Masyarakat Modern

Berangkat dari pengertian mengenai masyarakat modern di atas, maka bisa diambil beberapa ciri yang menunjukkan bahwa suatu masyarakat itu telah mengalami modernisasi. Beberapa ciri itu diungkapkan para ahli yang dirangkum sebagai berikut.

  • Terjadinya hubungan yang terjadi antarmanusia dan mendasarkannya pada kepentingan pribadi.
  • Terjalinnya hubungan dengan masyarakat lainnya dan dilakukan terbuka dengan suasana saling memengaruhi, kecuali pada munculnya penemuan baru yang sifatnya rahasia.
  • Memiliki kepercayaan yang kuat terhadap ilmu pengetahuan yang bermanfaat serta teknologi yang merupakan sarana untuk membuat kesejahteraan hidup manusia meningkat.
  • Di dalamnya, masyarakat itu terbagi-bagi menurut profesi dan keahliannya masing-masing. Dan itu bisa dipelajari dan ditingkatkan di dalam lembaga-lembaga pendidikan, ketrampilan, dan kejuruan,
  • Tingkat pendidikan formal yang tinggi serta merata.
  • Pemberlakukan hukum didasarkan pada hukum tertulis yang kompleks.
  • Sistem ekonominya mengembangkan sistem ekonomi pasar yang berdasar pada penggunaan uang serta alat-alat pembayaran lainnya.

Pada masyarakat modern, memiliki sistem stratifikasi yang sifatnya fleksibel dan terbuka. Terbukanya kesempatan kerja yang luas. Secara sosiologis, masyarakat modern lebih menekankan pada peran serta dan nilai pembangunan sosio ekonomi yang berdasarkan pada materi. Pendidikan di masyarakat modern pun menjadi sebuah simbol dari kemajuan dan kebanggaan nasional. Meski demikian, pengembangan pendidikan masih dirasa berat sebelah untuk menghasilkan sebuah produksi yang cepat untuk menciptakan teknik baru. Sedang di tingkat administrasinya sangat kompetitif dan bergantung pada ijazah formal.

Untuk menciptakan sebuah masyarakat modern seperti pada cirinya, maka dibutuhkan manusia yang berjiwa modern. Maka dari itu, salah satu cara yang bisa ditempuh yakni dengan mengembangkan pendidikan. Minimal budaya membaca dan menulis serta melakukan penelitian. Dengan demikian, maka akan nampak sebagai manusia modern yang salah satu cirinya mampu bersikap terbuka terhadap munculnya berbagai pengalaman baru serta penemuan baru agar tidak mengembangkan sikap apriori.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *