Memahami Masyarakat Multikultural Dengan Berbagai Penjelasannya

Memahami Masyarakat Multikultural Dengan Berbagai Penjelasannya

www.yellotouch.com – NKRI yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah diketahui memiliki masyarakat yang majemuk. Dan itu sifatnya multikultural. Secara umum multikultural diartikan sebagai memiliki banyak kebudayaan. Dengan demikian, bisa diketahui apa yang dimaksud dengan masyarakat multikultural. Artikel ini akan memberi penjelasan mengenai hal itu secara lengkap.

Definisi Masyarakat Multikultural

Istilah masyarakat multikultural bisa dibilang sebagai istilah lain dari masyarakat majemuk. Seperti yang telah dijelaskan, bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki masyarakat yang sifatnya majemuk. Selain Indonesia ada beberapa negara lain yang masyarakat multikultural, yaitu Amerika Serikat dan Swiss.

Menurut Prof. Dr. Supardi Suparlan, masyarakat kultural merupakan ideologi yang menekankan pada budaya-budaya yang berbeda atau keyakinan yang mendorong terciptanya pluralisme budaya sebagai ciri dari kehidupan bermasyarakat. Masyarakat yang majemuk ini kemudian terbagi ke dalam subsistem yang berdiri sendiri-sendiri dan di setiap subsistemnya itu memiliki ikatan yang sifatnya primordial.

Baca Juga : Masyarakat Modern Dan Cirinya

Munculnya masyarakat multikultural ini tersusun dari keragaman dari banyak budaya yang ada di dalam masyarakat. Di dalamnya ini mencakup nilai budaya serta kebiasaan yang saling menerima satu sama lain. Adanya kebudayaan yang sifatnyanya multikultural ini dibatasi dengan konsep nilai yang sarat akan kepentingan tertentu.

Selain ahli di atas yang mengungkap mengenai masyarakat multikultural, masih ada beberapa ahli lainnya yang memberikan definisinya mengenai masyarakat ini. Adapun beberapa definisi lainnya dirangkum pada ulasan berikut ini.

  • J. S Furnival

Menurutnya, masyarakat multikultural didefinisikan sebagai munculnya masyarakat yang berasal dari dua atau lebih komunitas. Komunitas itu secara budaya dan ekonomi telah terfragmentasi serta memiliki struktur kelembagaan yang berbeda satu sama lainnya.

  • Nasikun

Pendapatnya mengatakan bahwa timbulnya masyarakat yang plural terjadi karena ada dua atau lebih tatanan sosial yang secara kultural, ekonomi, dan politik dipisahkan serta memiliki struktur kelembagaan yang berbeda.

  • Clifford Geertz

Menyebutkan masyarakat multikultural merupakan masyarakat yang dibagi menjadi beberapa subsistem embrio dan itu terikat dalam ikatan yang bersifat primordial.

Jenis-jenis Masyarakat Multikultural

Di dalam masyarakat multikulurtal itu terdiri dari beberapa jenis. Jenis-jenisnya adalah sebagai berikut.

  • Multikulturalisme isolasionis

Jenis ini mengacu pada masyarakat yang terdiri dari berbagai kelompok budaya dengan menjalankan hidupnya yang otonom dan selalu berinteraksi minimal dengan satu sama lainnya.

  • Multikulturalisme akomodatif

Jenis ini merupakan masyarakat yang kulturnya dominan dengan membuat berbagai penyesuaian serta akomodasi-akomodasi tertentu yang tujuannya untuk kebutuhan kultur kaum minoritas. Di dalamnya juga telah dirumuskan dan diterapkan undang-undang, hukum, serta ketentuan sensitif lainnya secara kultural.

Selain itu juga memberikan kebebasan bagi kaum minoritas untuk terus mempertahankan dan mengembangkan kebudayaannya. Begitu pula sebaliknya bagi kaum minoritas sendiri tidak akan menentang kultur yang dominan itu. Jenis masyarakat ini biasanya diterapkan di negara-negara kawasan Eropa.

  • Multikulturalisme ekonomis

Adalah masyarakat plural yang terdiri dari kelompok kultural dalam usahanya untuk mewujudkan kesetaraan yang budayanya dominan serta ingin membuat kehidupan otonomnya di dalam kerangka politik dan secara kolektif bisa diterima. Yang menjadi perhatian utamanya adalah bagaimana cara untuk mempertahankan hidupnya. Usaha untuk mendapatkan hak yang sama dengan kelompok yang lebih dominan. Melalukan penentangan terhadap kelompok yang dominan serta selalu berusaha menciptakan masyarakat yang kelompoknya mampu eksis dan menjadi mitra yang sejajar.

Konsep masyarakat multikulturalisme ini memiliki kaitan yang erat untuk membentuk masyarakat yang landasannya Bhineka Tunggal Ika dan mewujudkan kebudayaan nasional sebagai pemersatu bangsa Indonesia.

Masyarakat Modern Dan Cirinya

Masyarakat Modern Dan Cirinya

Modernisasi merupakan sebuah kata yang merujuk pada sebuah fenomena yang telah lama ada. Fenomena yang berlapis-lapis itu semuanya telah mencakup sebuah proses perubahan sosial yang sifatnya revolusioner, sistematik, global, bertahap seperti yang ada di Indonesia. Munculnya modernisasi yang telah mulai di tahun 1950an ini kemudian melahirkan masyarakat modern. Di mana di dalamnya memiliki struktur sosial yang merupakan tempat relasi antar manusia yang telah diatur sedemikian rupa. Di dalam masyarakat modern ini yang ditekankan adalah sikap serta nilai individu dan kemampuan produktivitas dari sumber daya manusianya. Maka dari itu, terjadinya keterbelakangan dianggap sebagai pengaruh yang sumbernya dari faktor intern sebuah negara utamanya di bidang pendidikan.

Hasil Evolusi Dari Masyarakat Tradisional Memunculkan Masyarakat Modern

Munculnya masyarakat modern di tengah-tengah kehidupan bernegara berasal dari hasil evolusi dari masyarakat tradisional yang telah eksis lebih dahulu. Masyarakat tradisional itu kemudian mengalami apa yang namanya proses perubahan di segala bidang. Seperti misalnya budaya, politik, ekonomi, sosial, gaya hidup. Di mana di alam modernisasi semuanya menjadi lebih kompleks serta secara teknologi menjadi lebih maju dan senantiasa cepat untuk berubah.

Di dalam masyarakat modern ini menjadi sebuah tatanan sosial yang penekanannya lebih rasional, universal, dan juga dari sisi pendidikan selalu disesuaikan dengan kebutuhan zaman. Individunya tentunya mengalami proses perubahan yang lebih maju dan didukung majunya ilmu pengetahuan serta teknologi yang memadai. Di mana sebelumnya belum pernah tercapai pada ilmu pengetahuan manusia. Seperti di bidang ekonomi misalnya, berbagai model pertumbuhannya telah ditandai dengan meningkatnya konsumsi dan standar hidup dan terjadinya revolusi teknologi menjadi modal yang cukup.

Ciri-ciri Masyarakat Modern

Berangkat dari pengertian mengenai masyarakat modern di atas, maka bisa diambil beberapa ciri yang menunjukkan bahwa suatu masyarakat itu telah mengalami modernisasi. Beberapa ciri itu diungkapkan para ahli yang dirangkum sebagai berikut.

  • Terjadinya hubungan yang terjadi antarmanusia dan mendasarkannya pada kepentingan pribadi.
  • Terjalinnya hubungan dengan masyarakat lainnya dan dilakukan terbuka dengan suasana saling memengaruhi, kecuali pada munculnya penemuan baru yang sifatnya rahasia.
  • Memiliki kepercayaan yang kuat terhadap ilmu pengetahuan yang bermanfaat serta teknologi yang merupakan sarana untuk membuat kesejahteraan hidup manusia meningkat.
  • Di dalamnya, masyarakat itu terbagi-bagi menurut profesi dan keahliannya masing-masing. Dan itu bisa dipelajari dan ditingkatkan di dalam lembaga-lembaga pendidikan, ketrampilan, dan kejuruan,
  • Tingkat pendidikan formal yang tinggi serta merata.
  • Pemberlakukan hukum didasarkan pada hukum tertulis yang kompleks.
  • Sistem ekonominya mengembangkan sistem ekonomi pasar yang berdasar pada penggunaan uang serta alat-alat pembayaran lainnya.

Pada masyarakat modern, memiliki sistem stratifikasi yang sifatnya fleksibel dan terbuka. Terbukanya kesempatan kerja yang luas. Secara sosiologis, masyarakat modern lebih menekankan pada peran serta dan nilai pembangunan sosio ekonomi yang berdasarkan pada materi. Pendidikan di masyarakat modern pun menjadi sebuah simbol dari kemajuan dan kebanggaan nasional. Meski demikian, pengembangan pendidikan masih dirasa berat sebelah untuk menghasilkan sebuah produksi yang cepat untuk menciptakan teknik baru. Sedang di tingkat administrasinya sangat kompetitif dan bergantung pada ijazah formal.

Untuk menciptakan sebuah masyarakat modern seperti pada cirinya, maka dibutuhkan manusia yang berjiwa modern. Maka dari itu, salah satu cara yang bisa ditempuh yakni dengan mengembangkan pendidikan. Minimal budaya membaca dan menulis serta melakukan penelitian. Dengan demikian, maka akan nampak sebagai manusia modern yang salah satu cirinya mampu bersikap terbuka terhadap munculnya berbagai pengalaman baru serta penemuan baru agar tidak mengembangkan sikap apriori.